|

Askiman: Jalur Masuk Perbatasan di Sintang Jadi Perhatian

Suasana Rapat
Sintang (Suara Sintang Raya)- Wakil Bupati Sintang Askiman menegaskan kawasan perbatasan menjadi titik perhatian karena disana menjadi lalu lintas orang dan barang dari luar negeri.

“Kalau kita tutup jalur masuk tidak resmi ini, akan berdampak pada ekonomi masyarakat. Masyarakat disana 80 persen barang sembako berasal dari Malaysia. Maka silahkan Disperindagkop dan UKM untuk ambil langkah. Saya juga berharap agar pabrik karet agar jangan tutup. Karena akan memperparah dampak ekonomi kepada petani karet, "kata Askiman saat rapat pada Selasa (31/3/2020).

Menurutnya, yang sangat penting  antisipasi adalah barang masuk dari Malaysia. Barang impor illegal  harus dihentikan di perbatasan. Kalau jalur keluar masuk orang dan barang kita tutup.

"Saya berharap agar dipertimbangkan ada pasokan sembako dari Sintang ini. Saya minta Dinas Pemdes juga memberikan arahan kepada camat dan kepala desa agar mengambil langkah antisipasi dan mereka harus memberikan laporan secara periodik, "katanya.

Ia juga minta gawai Dayak di kampong juga ditiadakan. Ritual gawai Dayak silakan dilakukan tetapi tidak ramai dan tidak ada pesta” pinta Wabup Sintang.

“Kita sudah kejadian luar biasa. Tim pemantauan silakan melakukan pemantauan langsung ke perbatasan. Koordinasi dengan camat, Kepala desa dan forkopimcam  di dua kecamatan perbatasan. Saya juga minta Credit Union untuk mempertimbangkan penagihan pinjaman anggota, "ungkap Askiman.

Organisasi Perangkat Daerah juga  dipersilahkan untuk melakukan langkah-langkah strategis untuk memutus penyebaran virus corona. Ia berharap agar OPD yang melakukan pelayanan langsung kepada masyarakat untuk diberikan perhatian khusus.

“Saya pesan kepada warga Kabupaten Sintang untuk jangan panik. Karena warga kita belum ada yang terinfeksi. Tetapi kita harus waspada. Tapi jangan was-was,"katanya.

Sebelum KLB, ia juga bingung,  tempat ibadah ditutup.Tetapi pasar masih bebas buka. Mari kita berikan penjelasan yang menyejukan masyarakat. Segera berkoordinasi dengan Majelis Agama Konghucu dalam menghadapi ritual sembahyang kubur yang akan segera tiba.

"Disperindagkop dan UKM terus pantau perkembangan stok dan harga sembako. Terus laporkan kepada pimpinan,”pinta Askiman. (rls) 
Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini