|

Mgr Samuel Pimpin Misa Pemberkatan Wisma Keuskupan

Misa di Keuskupan Sintang
Sintang (Suara Sintang Raya) -Uskup Keuskupan Sintang  Mgr. Samuel Oton Sidin, OFM. Cap memimpin jalannya misa pemberkatan Wisma Keuskupan Sintang pada Kamis, 8 Agustus 2019.

Uskup Sintang didampingi oleh Uskup  Agung Pontianak Mgr. Agustinus Agus, Pr, Uskup Sanggau  Mgr. Julius Giulio   Mencuccini, C.P serta 30 orang imam. Misa diikuti ribuan umat Katolik yang ada di Kota Sintang dan sekitarnya,
Dalam kotbahnya Uskup Sintang menceritakan cerita  pendek tentang rumah dan langit.

Dalam injil disebutkan bahwa Yesus Kristus tidak mempunyai tempat tinggal. Bagi kebanyakan orang, rumah memiliki nilai sangat penting. Namun ada juga orang yang menganggap rumah sebagai sesuatu tidak penting. Rumah harus menjadi tempat penghuni rumah berkomunikasi dengan Tuhan melalui doa-doa keluarga. Kalau rumah tidak menjadi tempat berkomunikasi dengan Tuhan,  maka rumah itu menjadi rumah hantu.

“Wisma Keuskupan Sintang ini harus menjadi pertemuan antara langit dan bumi,  duniawi dan surgawi. Begitu juga rumah yang bapak ibu miliki, harus menjadi pertemuan duniawi dan surgawi, dengan menjadikan rumah tempat doa keluarga. Paus Fransiskus memberikan pesan khusus tentang keluarga.  Dalam sebuah keluarga, kita tidak tinggal dengan orang yang sempurna. Sehingga rumah harus menjadi tempat pengampunan. Anda tidak menikah dengan orang yang sempurna.  Anda tidak memiliki anak yang sempurna. Maka pengampunan sangat penting. Dengan pengampunan, rumah dan keluarga menjadi indah. Keluarga harus menjadi arena pengampunan yang baik. Dengan memberikan pengampunan kepada kekurangan orang lain, maka keluarga dan rumah menjadi tempat bertemunya duniawi dan surgawi,” Pesan Uskup Sintang.

Uskup Sintang menambahkan bahwa  Keuskupan Sintang awalnya hanya sebuah paroki kecil dan menjadi bagian dari Keuskupan Pontianak.

“Sejak 3 Januari 1961, paroku tersebut resmi menjadi Keuskupan Sintang dan  Lambertus van Kessel, S.M.M sebagai uskup pertama. Kita senang bisa membangun gedung besar dan ideal dengan lahan yang sangat cukup. Dengan adanya gedung baru ini, maka pelayanan kepada umat akan semakin lancar dan baik. Silakan umat untuk datang ke Wisma Keuskupan Sintang ini dengan berbagai keperluan” tambah Monsinyur Samuel.

Laurentius Gia dari Panitia Peresmian Wisma Keuskupan Sintang menyampaikan pemindahan Keuskupan Sintang disebabkan oleh pembangunan ulang gereja katedral yang mengharuskan pembongkaran keuskupan dan kantor paroki.

 “Untuk itu, pembangunan keuskupan sintang dilokasi yang baru sangat penting dilakukan” terang Laurentius Gia.

Welbertus tokoh umat Katolik menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas peresmian Wisma Keuskupan Sintang ini.

“Tentu sebagai umat Katolik kita patut bersyukur kepada Tuhan atas peristiwa yg bersejarah ini. Gedung ini dibangun begitu baik dan megah. Dengan adanya Gedung Wisma Keuskupan ini diharapkan semakin mempererat kebersamaan serta meningkatnya semangat pelayanan para Imam kita, kalau mereka (para Imam) ada urusan ke kota Sintang sudah ada tempat menginap yang layak. Demikian juga bagi umat yang ingin serta ada urusan dengan Bapak Uskup serta Kuria juga sudah ada tempat yang layak” terang Welbertus usai mengikuti misa pemberkatan. (Humas).


Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini