-->
    |

LSM-OK gelar seminar penyatuan adat dan hukum adat  dayak


Sintang (Suara Sintang Raya) - Sebagai upaya  penyatuan kesepakatan dan pemikiran pemberlakukan hukum adat  masyarakat dayak di Kabupaten Sintang  Sabtu (22/12/2018) Lembaga Swadaya Masyarakat Orang Kitai   (LSM-OK) melaksanakan  Seminar Penyatuan Adat dan Hukum Adat  Dayak Desa Kabupaten  Sintang di Rumah Betang Kebong Desa Kebong Kecamatan  Kelam Permai , yang dihadiri Wakil Bupati Sintang Drs. Askiman,MM sekaligus membuka acara kegiatan.

Dalam  kata sambutannya Wakil Bupati Sintang Drs, Askiman, MM  mengatakan, bahwa kita saat ini sudah memiliki beberapa Lembaga Adat  , mulai dari Lembaga Majelis Adat Dayak Nasional, Dewan Adat Dayak propinsi Kalbar, Dewan Adat Dayak Kabupaten Sintang, Dewan Adat Dayak Kecamatan hingga Dewan Adat Desa.

"Sehingga kegiatan-kegiatan Seminar seperti ini marilah kita buat konsep , rencana tersturktur  dan bernaung didalam wadah  organisasi dayak itu sendiri, guna mempersatukan pemikiran  kita bersama dan mempertegas  hukum adat kita  orang dayak dengan garis komando yang baik serta konsep strategis yang akan kita lakukan tercatat di Dewan Adat kabupaten dan  itulah yang nantinya menjadi tanggung jawab bersama dalam mengatasi segala persoalan adat dan hukum adat itu sendiri,”ungkapnya.

“Seperti beberapa waktu lalu juga kita laksanakan konfrensi Tumenggung Internasional  bukan untuk memecah belah Dayak , dan Dewan Adat Dayak itu Lembaga Eksekutif  di Dayak  dan Lembaga Legeslatif di Dayak, dan hari ini Lembaga Adat Dayak, untuk menjalankan  fungsi legeslatif nya , untuk berbicara persoalan-persoalan  penyatuan adat istiadat  dan hukum-hukum adat  dari segi nilainya , menggali  potensi adat dan lain sebagainya, itu adalah Dewan Adat,” tegas Askiman.

Askiman  menjelaskan, selama ini pembinaan  lembaga  ketumenggungan Dayak juga belum  maksimal, sehingga masih banyak terjadi kesimpangsiuran.

"Ada forum tumenggung, ada tumenggung di SK kan oleh Dewan Adat , dan aklhirnya sama-sama ngaku mempunyai kewenangan, mengurus tumenggung, dengan kondisi seperti itulah kita persatukan diri kita dalam Seminar Penyatuan Adat dan Hukum Adat  Dayak Desa Kabupaten  Sintang , bangga kita sebagai orang dayak apabila supremasi hukum adat itu sudah diberlakukan , dan  pengakuan diri terhadap hukum adat ini sangat penting apabila kita hari ini juga menentukan mempersatukannya membangkitkan semua kekuatan potensi diri kita dengan konsep intelektual yang luar biasa sehingga kita mampu menjadi orang dayak yang terhormat,"ungkapnya.

Sementara itu,  Ketua  Lembaga Swadaya Masyarakat  Orang Kitai (LSM-OK) Kabupaten Sintang  Stevanus  Atilla  mengatakan,kegiatan Seminar Penyatuan Adat dan Hukum Adat  Dayak Desa Kabupaten  Sintang  ini dilaksanakan selama satu  pada Sabtu (22/12/2018)  untuk merumuskan  tentang hukum adat serta adat istiadat Dayak Desa  dengan mengundang  para Tokoh adat, tokoh masyarakat dayak termasuk para tokoh agama   yang ada di Kabupaten Sintang.  

Pada  Seminar Penyatuan Adat dan Hukum Adat Dayak Desa Kabupaten  Sintang  yang dilaksanakan Lembaga Swadaya Masyarakat Orang Kitai   (LSM-OK) Kabupaten Sintang  di Rumah Betang Kebong hari Sabtu, 22/12/2018 pagi di rumah Betang Kebong Kecamatan Kelam Permai yang di buka  olah Wakil Bupati Sintang Drs. Askiman, MM juga dihadiri Anggota DPR-RI Lassarus, Ketua DPRD Sintang Jefray Edward,  dan Anggota DPRD Sintang, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Sintang Herkolanus Roni,SH.M.Si,  Tokoh Masyrakat, Tokoh Adat  serta masyarakat.

(Eko Humas Pemkab Sintang).

Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini