-->
    |

Tahun 2018 APBD Sintang Menurun


SINTANG (Suara Sintang Raya) Bupati Sintang Jarot Winarno menyatakan Tahun 2018 Dana Alokasi Umum (DAU) maupun dana insentif daerah mengalami pemotongan yang cukup besar. Kondisi ini menurut Jarot akan berdampak pada pembangunan infrastruktur di Kabupaten Sintang.

Jarot menyatakan pihaknya telah melayangkan surat pada kementrian keuangan guna mempertanyakan perihal pengurangan ini, sebab perlu ada alasan jelas dari pemerintah pusat, karena untuk dana insentif bahkan di hapuskan.

Secara umum pengelolaan keuangan kabupaten Sintang cukup baik, selama lima tahun berturut-turut mendapat (Wajar Tanpa Pengecualian) WTP , serapan dan transfer daerah paling bagus mulai dari dana desa hingga DAU.

“ Kita jelas mempertanyakan ini sebab kabupaten Sintang tidak mendapatkan dana transfer daerah sementara kabupaten lain yang performanya tidak lebih baik dari Sintang kok dapat,” ungkapnya di gedung DPRD Sintang, Jumat (10/11/2017)sore.

Selain itu kata Jarot pemkab Sintang juga akan mempertanyakan beban penggajian untuk Guru Garis Depan (GGD), apalagi dalam DAK reguler, penugasan dan affirmasi, untuk DAK reguler Kabupaten Sintang tidak mendapatkan Jalan dan Jembatan.

Dengan situasi dana yang turun tersebut, Jarot berharap untuk dapat disikapi dengan arif, eksekutif dan legislatif agar tidak pesimis terhadap pembangunan di Sintang.

“Saya berharap penghematan disegala lini harus dilakukan dengan bekerja yang menganut pola determinasi tinggi. artinya dengan dana sedikit bisa memberikan dampak luas,contohnya dalam pembangunan sarana air bersih bila menggunakan Dam memerlukan dana yang besar maka kita bikin sumur bor saja kan biayanya kecil tapi berdampak luas,” Paparnya.

Jarot juga mengingatkan agar senantiasa berhati- hati dalam mengelola keuangan daerah, selain itu percepatan penyerapan anggaran harus menjadi perhatian, kuncinya harus efesien dan bekerja dengan determinasi tinggi.(Fik)
Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini