-->
    |

Rumah Betang Tampun Juah Masih Perlu Dana Rp. 3,5 Miliyar


SINTANG (Suara Sintang Raya) Pemerintah Kabupaten Sintang dalam hal ini eksekutif dan legislatif sepakat menyelesaikan pembangunan Rumah Betang Tampun Juah Sintang.
Senin (13/11/2017) Wakil Bupati Sintang Askiman didampingi Ketua DPRD Sintang Jefray Edward beserta anggota dewan lainnya, meninjau progres pembangunan proyek tersebut.

Rumah adat masyarakat Dayak ini beralamat di Desa Jerora Satu, Kecamatan Sintang. Pembangunannya dimulai sejak 24 Agustus 2015 lalu.

Askiman mengatakan tujuan dari pada peninjauan untuk melihat secara langsung proses pembangunan. Eksekutif maupun legislatif ingin memastikan progres pembangunan, apakah berjalan sesuai rencana. “Kita juga ingin melihat secara langsung konstruksi yang terpasang, sudah sampai dimana,” ujarnya.

Askiman menjelaskan sejauh ini proses pengerjaan Rumah Betang Tampun Juah berjalan baik. Kendala rumah tersebut tidak bisa selesai dalam jangka waktu cepat karena persoalan pembiayaan. Total anggaran yang di perlukan sekitar Rp. 11 Miliyar. Adapun dana yang telah dianggarkan sejak wal pembangunan sebesar Rp. 7,5 Miliyar.

“Pembangunan rumah adat ini dilakukan secara bertahap, dan masih kekurangan Rp. 3,5 Miliyar untuk menyelesaikan bangunannya,” kata Askiman.

Menurut Askiman di tahun 2017 ini Pemkab Sintang menganggarkan Rp. 2,5 Miliyar untuk pengerjaan sampai atap. Askiman optimis rumah betang tersebut bisa selesai sesuai rencana karena pihak legislatif mendukung. “Adanya satu kesepakatan antara eksekutif dan legislatif di bidang budgeter, agar ke depan bisa dianggarkan dan di rampungkan bersama,” ujarnya.

Bukan tanpa alasan. Askiman mengungkapkan, Rumah Betang Tampun Juah sudah menjadi suatu pembicaraan bagi semua masyarakat adat. Rumah tersebut menjadi kebutuhan masyarakat adat dalam pelaksanaan kegiatan-kegiatan adat. Selama ini hanya menumpang di tempat-tempat umum dengan fasilitas yang tidak memadai. “Target kita memang sesegera mungkin diselesaikan,” kata Askiman.

Ketua DPRD Sintang Jefray Edward, mengatakan bahwa pembangunan rumah betang atau rumah adat masyarakat Dayak ini masih panjang perjalanan pembangunannya. Untuk itu, selaku legislatif, pihaknya terus mendorong pemerintah daerah supaya dapat menyelesai pembangunan tersebut.

Pria yang juga selaku Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Sintang ini berharap rumah adat Melayu yang saat ini sedang dibangun, supaya dapat diselesaikan dalam beberapa tahun ke depan. “Harapan saya jangan sampai terhenti. Selesaikan secepatnya,” kata Jefray.

Dari beberapa kabupaten, Jefray melihat justru Kabupaten Sintang yang belum memiliki rumah adat, baik rumah adat Melayu maupun rumah adat Dayak. Terkait kekurangan anggaran pembangunan, menurut Jefray bisa didiskusikan bersama.


“Akan didiskusikan dengan pemerintah daerah apakah masih bisa kita alokasi untuk kekurangan anggaran pembangunannya. Tentu pemerintah lebih tahu, bagaimana mereka bisa menyisihkan anggaran-anggaran untuk pembangunan ini,” tutupnya. (din)
Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini