|

Terpilih Aklamasi, Syahroni : Kita Besarkan KNPI Melalui Kemajemukan

PENGURUS KNPI SINTANG DIKUKUHKAN
Sintang  (Suara Sintang Raya) - Hasil Musyawarah Daerah (Musda) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Sintang ke XIII, Jumat (20/10/2017) menetapkan Syahroni sebagai ketua terpilih.

Pria yang juga Anggota DPRD Sintang dua periode ini terpilih secara aklamasi, setelah 53 Organisasi Kepemudaan (OKP) dan 14 Pengurus Kecamatan (PK) satu suara menentukan sikap.

 "Kita bersyukur Musda bisa berjalan dengan baik dan lancar. Dengan mengedepankan musyawarah, proses akhir menghasilkan aklamasi. Mudah-mudahan ini langkah maju untuk KNPI Kabupaten Sintang kedepannya," ungkap Ketua Panitia Musda, Kader Sinaga.

Hasil Musda juga menetapkan Jefray Edward sebagai Ketua Majelis Pemuda Indonesia (MPI) KNPI Kabupaten Sintang, dan Muhammad Faisal selaku sekretaris.

Bersama tim formatur, Syahroni menetapkan Marsianus sebagai sekretaris dan Ahmad Amin, Bendahara KNPI Kabupaten Sintang.

Pada malam harinya, bertempat di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Sintang, MPI beserta pengurus KNPI Sintang periode 2017-2020 dikukuhkan oleh Ketua KNPI Provinsi Kalbar, Nurat.

"Pengukuhan disaksikan Bupati Sintang Jarot Winarno dan Kepala Bidang Pemuda Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Sintang, H. Junaidi," terang Kader.

Ketua KNPI Kabupaten Sintang terpilih, Syahroni, meyakinkan bahwa dirinya akan membawa KNPI lebih baik dari sebelumnya.

Amanah dari berbagai OKP dengan latar belakang dan warna warni berbeda menjadi modal dasar keyakinan Syahroni untuk membesarkan KNPI.

"Melalui kemajemukan ini kita akan besarkan KNPI," ucapnya.

Syahroni mengatakan dalam kepemimpinannya menggunakan suara terbanyak atau kolektif kolegial ketika mengambil keputusan. Program kerja dimusyawarahkan bersama dengan semua kepengurusan.

"Kita akan besarkan KNPI bersama-sama," tegasnya.

Ketua DPD KNPI Provinsi Kalbar, Nurat, berharap KNPI Kabupaten Sintang bisa bekerjasama serta berkomunikasi secara baik dengan Pemerintah Kabupaten Sintang.

KNPI, kata Nurat, memiliki tanggungjawab untuk membangun daerah, sehingga kerjasama dengan pemerintah sangat diperlukan. Ia minta agar KNPI maupun atributnya tidak dibawa kepada politik praktis.

“KNPI harus menghormati berbagai organisasi di dalamnya yang penuh warna warni. Karena itu, KNPI harus tetap pada tempatnya, yakni menjadi wadah bagi berbagai organisasi kepemudaan,” tegasnya.

Bupati Sintang Jarot Winarno menyampaikan bahwa KNPI merupakan wadah terbesar, terluas, termajemuk sebagai tempat berhimpun. Diusianya yang sudah 44 tahun, terdapat berbagai organisasi kepemudaan, mulai dari kemahasiswaan hingga bersifat keagamaan di dalamnya.

Jarot menginginkan KNPI di Sintang mampu menunjukkan kemajemukan sehingga bisa menjadi wadah berhimpun bagi semua organisasi kepemudaan di Kabupaten Sintang. Karena itu, ia berpesan kepada ketua terpilih untuk segera membuat program kerja dan bekerja nyata.

 “Realisasikanlah program-program itu dengan kerja nyata. Melalui kerja nyata akan mampu menekan friksi perbedaan,” ucapnya.

Menurut Jarot ada dua tantangan di dalam KNPI, yakni tantangan internal dan tantangan eksternal. Tantangan internal sudah pasti terjadi karena di dalam KNPI terdiri dari berbagai organisasi.

 “Di sinilah peran ketua untuk menghimpun tujuan bersama agar bisa bersatu,” ujarnya.

Selama ini, kata Jarot, KNPI sering kali tidak mampu menghimpun tujuan bersama sehingga tidak bisa bersatu. Ia mencontohkan, dalam satu tahun ini terdapat dua kali Musda KNPI di Kabupaten Sintang.

“Dinamika dalam sebuah organisasi itu biasa, tapi tujuan bersama harus tercapai. Mudah-mudahan tidak ada Musda ketiga lagi,” bebernya.

Adapun tantangan eksternal, lanjut Jarot, diantaranya adalah lapangan pekerjaan. Dijelaskannya, Indonesia khususnya Kabupaten Sintang akan memasuki bonus demografi, di mana 46 persen penduduk merupakan usia produktif.

Bonus demografi ini menentukan berhasil atau tidaknya suatu bangsa maupun daerah. Bila 46 persen penduduk ini memiliki pekerjaan, maka majulah bangsa atau daerah tersebut. Namun, jika 46 persen penduduk ini menjadi pengangguran, maka rusaklah suatu bangsa atau daerah itu.

 “Di sinilah kita mengharapkan peran KNPI untuk mewadahi para pemuda. Jangan sampai para pemuda ini menjadi pengangguran. Belum lagi masalah media sosial dan Narkotika,” pungkasnya. (Suhardin)
Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini