-->
    |

Buka Musda KNPI, Jarot Tuntut Kerja Nyata


SINTANG - (Suara Sintang Raya) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) merupakan wadah terbesar, terluas, termajemuk sebagai tempat berhimpun. Diusianya yang sudah 44 tahun, terdapat berbagai organisasi kepemudaan, mulai dari kemahasiswaan hingga bersifat keagamaan di dalamnya. Demikian diungkapkan Bupati Sintang Jarot Winarno, ketika membuka Musyawarah Daerah (Musda) KNPI Kabupaten Sintang ke XIII, di Balai Ruai, Rumah Jabatan Bupati Sintang, Jumat (20/10/2017).
Hadir pula Ketua DPRD Sintang, Jefray Edward, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) KNPI Provinsi Kalbar, Nurat, serta sejumlah perwakilan unsur pimpinan daerah di Kabupaten Sintang. 
Jarot menginginkan KNPI di Sintang mampu menunjukkan kemajemukan sehingga bisa menjadi wadah berhimpun bagi semua organisasi kepemudaan di Kabupaten Sintang. Karena itu, ia berpesan kepada ketua terpilih untuk segera membentuk kepengurusan, membuat program kerja, dan bekerja nyata. "Realisasikanlah program-program itu dengan kerja nyata. Melalui kerja nyata akan mampu menekan friksi perbedaan," pesannya.

Menurut Jarot ada dua tantangan di dalam KNPI, yakni tantangan internal dan tantangan eksternal. Tantangan internal sudah pasti terjadi karena di dalam KNPI terdiri dari berbagai organisasi. "Di sinilah peran ketua untuk menghimpun tujuan bersama agar bisa bersatu," ujarnya. 

Selama ini, kata Jarot, KNPI sering kali tidak mampu menghimpun tujuan bersama sehingga tidak bisa bersatu. Ia mencontohkan, dalam satu tahun ini terdapat dua kali Musda KNPI di Kabupaten Sintang.  "Dinamika dalam sebuah organisasi itu biasa, tapi tujuan bersama harus tercapai. Mudah-mudahan tidak ada Musda ketiga lagi," bebernya. 

Adapun tantangan eksternal, lanjut Jarot, diantaranya adalah lapangan pekerjaan. 
Dijelaskannya, Indonesia khususnya Kabupaten Sintang akan memasuki bonus demografi, di mana 46 persen penduduk merupakan usia produktif. Bonus demografi ini menentukan berhasil atau tidaknya suatu bangsa maupun daerah.
Bila 46 persen penduduk ini memiliki pekerjaan, maka majulah bangsa atau daerah tersebut. Namun, jika 46 persen penduduk ini menjadi pengangguran, maka rusaklah suatu bangsa atau daerah itu.


"Di sinilah kita mengharapkan peran KNPI untuk mewadahi para pemuda. Jangan sampai para pemuda ini menjadi pengangguran," tegasnya.


Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) KNPI Provinsi Kalbar, Nurat, berharap KNPI Kabupaten Sintang bisa bekerjasama serta berkomunikasi secara baik dengan Pemerintah Kabupaten Sintang.
KNPI, kata Nurat, memiliki tanggungjawab untuk membangun daerah, sehingga kerjasama dengan pemerintah sangat diperlukan.
Ia juga menegaskan agar KNPI maupun atribut KNPI tidak dibawa kepada politik praktis. 

"KNPI harus menghormati berbagai organisasi di dalamnya yang penuh warna warni. Karena itu, KNPI harus tetap pada tempatnya, yakni menjadi wadah bagi berbagai organisasi kepemudaan," tegasnya. 
Sampai berita ini diturunkan, Musda masih berlangsung. Terdapat 53 Organisasi Kepemudaan (OKP) dan 14 Pengurus Kecamatan (PK). Nama yang digadang-gadang maju, diantaranya adalah Anggota DPRD Sintang Syahroni, mewakili dari Pemuda Melayu. (Suhardin)
Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini